#UpataDigitalEsTuVoz

Publicidad
Publicidad

Florece en Indonesia la flor más grande del planeta

La Rafflesia como es denominada la flor más grande del planeta, alcanzó a medir 111 centímetros de diámetro.

Florece en Indonesia la flor más grande del planeta

El portal Actualidad rt nos cuenta acerca de una maravillosa noticia de esas con las que nos sorprende la madre naturaleza.

Conservacionistas en Indonesia han registrado la flor 'más grande del mundo',

Se trata de la especie Bunga Rafflesia, es cuatro centímetros más grande que otra avistada en el mismo territorio hace algunos años. La floración de esta especie solo dura en torno a una semana antes de que empiece a marchitarse y pudrirse.

Esta enorme flor carnosa rojiza, con manchas blancas en forma de ampolla y gigantescos pétalos, emana un olor fétido a carne en descomposición, además de calor, para atraer insectos polinizadores.

Informe21/LJ



View this post on Instagram

Rafflesia arnoldii Padma Raksasa Conservation Status : Dilindungi UU No.5 tahun 1990 dan PP No 7 tahun 1999. Photo taken : April, 2017 Bunga rafflesia merupakan salah satu tumbuhan dengan sifat unik dan sekaligus menyimpan misteri bagi ilmu tumbuh-tumbuhan. Rafflesia sangat unik karena jenis ini hanya berupa kuncup atau bunga mekar, tidak ada batang, daun, dan akar. Disamping kuncup atau bunga, Rafflesia hanya dilengkapi haustorium, jaringan yang mempunyai fungsi mirip akar yang mengisap sari makanan hasil fotosintesa dari tumbuhan inang. Rafflesia dimasukkan dalam kelompok holoparasit, tumbuhan yang tidak bisa melakukan proses fotosintesa sendiri, seperti layaknya tumbuhan berbunga lainnya, dan sangat tergantung kepada inang. Tumbuhan inang Rafflesia sangat spesifik yaitu pada marga Tetrastigma. Walaupun begitu tidak semua jenis Tetrastigma menjadi inang Rafflesia, dan hanya jenis-jenis tertentu dalam marga ini yang menjadi inang Rafflesia. R.arnoldii bila mekar dapat mencapai 110 cm. Pertama kali ditemukan oleh Dr. Joseph Arnold, seorang dokter, pecinta alam, dan penjelajah di abad ke 19, di pedalaman Manna, Bengkulu Selatan pada tahun 1818. (Ekologi Rafflesia : Susatya,2011) #rafflesia #flowers #flowerstagram #rafflesiaarnoldii #rafflesiaflower #bunga #bungarafflesia #rafflesiamekar #nationalgeographic #nationalpark #bukitbarisanselatannationalpark #tamannasional #ayoketamannasional #tamannasionalbukitbarisanselatan #lampung #lampunggeh #indonesia #pesonaindonesia #travelingindonesia #travelingnusantara #travelling #traveller #traveler #adventure #expedition #traveling

A post shared by Ndaru Rain Forest (@ndaru_rain) on

Categoria: 


from Informe21.com - Actualidad https://ift.tt/36ymyis

No hay comentarios.